Sabtu, 04 Oktober 2014

the ant :'

jadi sekarang, bisa kau lihat?
akibat semua gula yang telah kau masukkan dalam secangkir kopimu akhirnya menjadi pekat?
bahkan semut yang biasanya singgah di tengah tulisan mu pun enggan menolehnya

biasanya semut itu singgah tanpa kau sapa
mungkin karena kopimu dulu cukup untuk buatnya merasa kenyang dengan manisnya
tapi sekarang apa?
bahkan saat kau sengaja menyuruhnya mendiami genangan itupun ia menolak

saat kau merasa tentram melihatnya bermain di lingkaran kaca itu
menikmati tiap harum kopimu hingga kau tak berteman sepi di tiap malamnya
dan tak ada teman lainnya yang mengganggu
saat itulah kau satu ide dengannya

tapi semut berbeda, ia tak lupa dengan temannya
bahkan teman itulah yang paling dia anggap setia
padahal kau benci bila ada semut lain yang mengganggu harum manisnya

kau benci saat banyak semut lain berada disekelilingnya
membuat istana kuman dalam rendaman kopimu
hingga kau menumpahkan itu, mencucinya bersih , tak bersisa
seketika semua gangguanpun hilang lenyap bersama airnya

saat itulah kau sadar, kau telah melepaskan semutnya
dan takkan bisa kau dapat kan kembali semut yang sama

kini, tanpa kau sadari , telah sering kali kau membuatnya resah
sepi berjalan tanpa teman
tapi saat ia ingin berbagi dengan karibnya,kaupun enggan

jadi wajar,jika kini harum kopimu takkan memanggilnya kembali
hanya sekedar menanti dimana semut asli
mungkin memang kau tak berharap ia akan menemaniku menulis seperti dulu lagi
tapi berharap ia mengamati
kenyatannya, ia pun tak peduli

dari jauh,kopimu bisa tercium olehnya
tapi ia hanya melihat, takkan pernah mencoba lagi
mencoba hal yang hanya akan membuatnya gerah
ia gerah dengan segala celotehan malammu dalam kertas itu
sedangkan ia hanya sendiri
saat ia memanggil teman , kaupun lari

sekarang, nikmatilah kopimu sendiri
tumpahkan tinta dalam secarik kertas
gambarkan pinggiran gelas bersama semutnya
bila perlu dengan ratusan temannya
tumpahkan semua kenangan tentangmu dengannya di ratusan malamnya
katakan kau rindu akan semuanya
katakan kau takkan mengulangi dan takkan peduli akan semuanya