andaikan mulut ini mampu menahan atas semua cerita yang telah ku alami, mungkin kejadiannya tak akan seperti ini, tapi tetap saja hati ini mendesak untuk mengatakan. aku sudah pernah berfikir hal ini akan terjadi. bagaimanapun juga fakta yang kusimpan sendiri ini akan menjadi tekanan atau fikiranku kedepan, jadi ya sebaiknya aku katakan. memang cukup berat menerima kenyataan setelah cerita ini terungkapkan, tapi setidaknya aku telah berusaha untuk mengeluarkan beban yang selama ini ku simpan agar tidak ada rahasia lagi diantara kami,khusunya saya.
sudah 2 tahun lebih kami jalani bersama, untukku, rasanya tak tega mengucapkan atau mendengar kata itu. kata yang tak sanggup menahan bendungan air mata dan rapuhnya jiwa , bagai sia sia dg apa yg kami bina. setajam apapun kata , hati ini pasti iba. iba akan kenangan dan perjuangan yang sudah kami lewatkan.
hasil diskusi ku malam itu dengannya pun cukup membuahkan hasil . yg pd akhirnya aku tau , untuk semua dan sampai saat ini ,aku sangat mengekang hidupnya hanya utk menghabiskan waktu berdua denganku.ego ya? iya sangat, tp itulah caraku menunjukkan perhatian bahkan ksih syg. tp mungkin ini titik lelahnya dan aku tak bisa utk egois menahannya. karena hak ku atasnya tidak banyak,mungkin bagai setetes air, yg dimana air itu akan utuh bila ku tampung dan akan jatuh bila kugenggam. janjiku akan berbeda jika kesepakatan untuk berdua tuhan berikan besok,caraku melindunginya mungkin akan dirasakan berubah dan berbeda olehnya.
setidaknya, kami berdua masih cukup labil untuk mencari keputusan. keputusan yang datangnya spontan dan tak terfikirkan. keputusan yg akhirnya sangat menjadi penyesalan. maafkan bila lubuk hati mendesak untuk kembali, kalaupun ada jalan untuk kembali, izinkanku membenahi ini. menyingkirkan semua dosa besar yang telah kuperbuat, semua keterkekangan yang dia rasakan, dan semua ego dariku yang tak tersadarkan.
inginku hanya agar semuanya cepat selesai, bukan hubungan atau ceritanya, tapi masalahnya.
sungguh besar rasa ingin jumpa dengannya walau hanya lima menit menatap mata nya dan mengarahkannya pada sumbu violet mataku agar dia percaya bahwa semua hal yang ada di kepalanya tentangku itu salah, tp hal manis dan ego dariku itu harus aku tahan dan kubur dalam demi membuat tenang fikirannya. sekarang mungkin aku yg harus banyak mengalah dan bersabar layaknya kodrat sebagai wanita jaman belanda yang harus diam dan tunduk pada pemimpinnya. aku harus cukup kuat untuk beberapa hari,minggu bahkan bulan untuk menebus semua dosaku padanya.
tuhan,jika kau izinkan kami utk melanjutkannya, jangan biarkan ada lagi masalah besar menimpa kami. mohon tegur aku jika aku salah, bimbing aku jika aku tersesat, bangunkan aku jika aku terjatuh, tampar aku jika aku telah melampaui batas.
aku tidak meminta banyak hal, hanya impian kecil dalam khayal dan nyataku, cukup sosoknya disampingku.
aku merindukannya, tuhan :"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.