Rabu, 12 Agustus 2015

12 august

siang itu ruangan hening tanpa suara
saat nona masuk, tak ada satupun mahluk bersuara
hanya ada desiran angin dari sudut ruang yang membuatnya semakin sepi
tiba-tiba tuan datang, dengan tampang datar dan tanpa suara
sesekali aku mencoba menegurnya tapi entah mengapa dia tetap bisu seperti itu saja
ku coba sabar menanti adanya kata, tapi saat itu juga kami berhadapan duduk berdua
masih sama, tanpa kata ...
sempat ku tanyakan ada apa, tanpa suara lagi ia pergi meninggalkanku duduk sendiri
terpisah luar dan dalam antara kami, seolah memberi isyarat akan masalah malam tadi
yaa aku tau benar wataknya, saat itu mungkin aku sedang lelah membujuknya
pikiranku, mungkin dia sedang banyak masalah sehingga menghindar tnp bnyk bicara

ternyata tidak, tiba-tiba ruang yang sepi tadi menjadi hingar bingar
sesekali berbisik celotehan dan perdebatan
tak lama , keributan besar terjadi
nona tetampar hentakan suara kasar yang sesekali membuat bibirnya bergetar menahan tangis
amarah tuan tak lagi tertahan, matanya merah layaknya nyala api, nafasnya berjalan cepat
secepat seretan dan genggaman kuat tangan membawa nona keluar
tetap mencoba bertahan, tapi tetap saja tak tahan dia melawan arusnya
semua tersulut emosi dan tangisan
tak ada lagi pikiran , ini sudah diluar kendali! hentaknya

masalah dilanjutkan seiring roda melaju kedepan
mungkin ada rasa malu menyelesaikan di tengah teman
sehingga perdebatan itu dilanjutkan
tangispun pecah, perdebatan tak terelakkan , sering terdengar tangisan dan hentakan dari dalamnya
entah apa yang membuat kacau ini semua. setan salah satunya
setanlah yang mengendalikan keegoisan ini semua
khilaf tuturnya

cukup lama mendiskusikannya
bodohnya, cinta lah yang mengembalikan semuanya
entah cinta atau apa
tapi terlalu bodoh untuk menyalahkan dan mengatasnamakan cinta
ENTAHLAH :")

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.